Pages

Tampilkan postingan dengan label curat coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curat coret. Tampilkan semua postingan

Sehnsucht Freunde

     Pernahkah kamu merasa kesal pada diri sendiri? Ya, aku pernah mengalaminya dan sekarang begitulah keadaanku. Apa yang ku inginkan tak seperti apa yang terjadi. Apa yang aku harapkan terjadi tak kesampaian terjadi. Ya beginilah rasanya. Kesal, marah, cemberut, bad mood dan segala macam perasaan negatif lainnya. Aku tau ini tak baik, namun aku tak bisa memungkiri atas perasaan kesalku ini.

     Pernah juga berpikir bahwa apa karena aku tak memiliki teman wanita yang bisa diajak seru-seruan aku jadi begitu. Pernah juga berpikir apakah aku hanya berkutat dengan pekerjaan dan juga kuliah hingga tak seorangpun teman wanita yang ku punya saat ini. Seperti angin yang kadang berhembus segar bagi tubuh, kadang pula berhembus panas bagi tubuh. Seperti itulah rasanya.

     Seminggu lalu, aku melihat sekumpulan orang yang sedang mempersiapkan kejutan pada salah satu temannya yang berulang tahun. Mereka menyanyikan lalu selamat ulang tahun bersama-sama, dan wajah teman yang berulang tahun itu terlihat begitu senangnya. Disitu aku termenung, kapan ya terakhir kali aku diberi kejutan seperti itu oleh teman-teman? Sudah 2 tahun ini hanyalah kakanda yang setia memberikan kejutan-kejutan spesial buatku. Tapi rasanya ada yang kurang, tak ada teman-teman yang ikut meramaikannya.

     Hampa, mungkin iya. Kesepian , bisa jadi. Kehilangan moment-moment bersama teman-teman, tentunya. Tapi apa guna aku mengeluh ini itu, karena yang ada hanyalah tinggal kenangan, takkan terjadi lagi kisah yang dulu ku alami bersama teman-teman. Sekarang aku dapat berbagi cerita, mengeluh, minta pendapat, belajar bareng, jalan-jalan dan menemani kesepianku itu hanya pada kakanda. Maafkan aku, selalu menyusahkan saja kanda.

Aku rindu masa-masa saat aku bersuka cita bersama teman-teman :'(




Lebih dari sekedar "drei und zwanzig monat"

*Kalau menurut Lyla:

Kau lebih dari sekedar bintang-bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Bagiku kau pangeran, penguasa isi hatiku

Kau lebih dari sekedar bintang-bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Ku pastikan, aku selalu ada untukmu

Begitu banyak bintang berpijar menemaniku
Namun tak satupun terangi hatiku, seperti hatimu

*Kalau menurut Anderta:

Jujur saja..
Aku makin cinta..
Aku makin sayang..
Dan makin tergila padamu..

*Kalau menurut Vierra:

Ku kan setia menjagamu..
Bersama dirimu..
Sampai nanti akan selalu..
bersama dirimu..

*Kalau menurut Tompi:

Memiliki mencintai dirimu, kasihku..
Tak akan pernah membuat diriku menyesal
Sungguh matiku hidupku kan selalu membutuhkan kamu

*Kalau menurut Sandhy Sandoro:

Kita kan selalu bersama-sama menjalani hari-hari
Ku kan selalu setia menunggumu

*Kalau menurut Peterpan:

Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

*Kalau menurut Nidji:

Kau takkan bisa membuatku menjauh
Dan kau hancurkan aku jika kau pergi dariku membuang hidupku

Ku takkan bisa..
Menjauh darimu sepanjang hidupmu

*Kalau menurut Nineball:

Bagiku semua sangat berarti
Ku ingin kau disini

Takkan pernah ada yang lain di sisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan takkan mungkin ada yang lain di sisi
Ku ingin kau disini, tepiskan sepiku bersamamu
Hingga akhir waktu..

*Kalau menurut Vanessha:

Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu untuk selamanya
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak perduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

Cintaku..
Tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu..

Cintaku..
Terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku..

*Dan menurutku, . .
Kakanda ist ergäzen meine leben  (♥͡з♥͡)


Anecdote


Dari judulnya saja perut saya merasa menggelitik :D dan setelah saya baca, ternyata gokil yah pertanyaan sejumlah CPM pada petugas penjaga pintu kereta api. Hanya terhenti 3 menit saja sudah ramai, apalagi disuruh macet-macetan pasti nolak tuh.

Presiden juga manusia, presiden juga seharusnya merasakan bagaimana rasanyajadi rakyat itu. Berdesak-desakan saat mengantri tiket, bermacet-macetan di jalan raya, makan di warteg pinggir jalan, jalan kaki di saat trotoar dipakai oleh pedagang kaki lima, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kenapa harus ada istilah didahulukan.

Terkadang suka menggelikan juga, saat presiden akan menghadiri acara tertentu selalu saja pengawalan ketat dan harus di dahulukan. Kalau orang sakit atau orang meninggal sih wajar. Coba aja rombongan presiden itu berangkat lebih awal, jadi kan tidak ada kata terlambat dan tidak ada pula orang lain menunggu kedatangan dia. Enaknya sih, kalau ada kegiatan yang dihadiri oleh presiden itu kita misalkan sebagai peserta tidak perlu menunggu, supaya tidak ada kata ngaret gitu.


#sunting dari koran Pikiran Rakyat tanggal 17 September 2012

I think . . .

Beberapa jam yang lalu aku membaca postingan di salah satu blog milik orang lain yang judulnya "Kebiasaan Norak yang Dilakukan pada Saat Pacaran"
hmmm... saat membacanya aku tersenyum, bisa-bisanya si penulis mengupas tentang kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan saat pacaran. Kita simak yuu apa saja yang tergolong kebiasaan norak itu. Cekidot ;)
1. Memakai baju Couple

    Menurutku ini hal yang wajar, bukan norak. Dengan memakai baju couple begitu kan jadi terlihat serasi dan kompak. Betul tidak?

2. Memanggil dengan sebutan ayah bunda

    Untungnya aku tidak seperti itu. Menurut kanda, sebutan itu lebih cocok dan tepat dipakai saat hubungannya sudah resmi di depan hukum agama dan hukum negara :)

3. Berantem turun dari kendaraan

     Kalau ini sih, pernah aku lakukan, karena sebel sama kanda pas berantem dan walau lagi berantem juga perhatian itu tetap nomor wahid ;)

4. Pacaran di Social Media

    Kalau untuk yang ini, aku juga suka melakukannya. Namanya juga pacaran, kan ngga cuma SMS atau telpon aja. Apalagi di ajamn sekarang yang canggih, banyak jejaring sosial yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan pacar, keluarga, sahabat, dan siapa saja.


source by: kamar bujang

Finally . . . Bendera putih berkibar ^_^

Weekend, inilah hari yang aku tunggu-tunggu untuk me-refresh-kan jiwa dan pikiran dari kegiatan-kegiatan kampus yang menyita waktuku. Walau begitu juga ini merupakan jalan pilihan aku sendiri, melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Yups, Perguruan Tinggi itu berarti aku bukan lagi SISWA melainkan telah menjadi MAHASISWA.

Di sabtu pagi, aku sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Walau hari sabtu gini, tetap saja ada kegiatan yang menuntut aku pergi ke kampus. Alasan pertama, lumayan juga belajar dengan teman-teman sejurusan tanpa harus keluar uang (dasar otak anak rantauan, pikirannya itu gratis melulu, hehe..). Alasan yang selanjutnya itu, internetan gratis (gratis lagi gratis lagi, hehe..).

Ceritanya aku belajar teknik digital, belajar apa itu IC trus gimana cara mensimulasikannya. Di sela-sela belajar, aku sempatkan untuk membuka browser di notebook untuk sekedar membuka facebook juga mendownload lagu atau film. Namun sayang, kegiatan belajarnya cuma sampe jam 12.00 dikarenakan peserta yang mengikuti kegiatannya hanya sedikit. Sebenarnya sih pesertanya bisa banyakan, kalau kegiatan belajar teknik digitalnya tidak bentrok dengan kegiatan Stadium General yang diselenggarakan pihak Himpunan dengan divisi yang berbeda. Tapi ya sudahlah tidak apa-apa. Walau cuma sebentar tapi ilmunya tetap aku dapat ;)

Setelah kegiatan itu berakhir, aku menuju mesjid kampus untuk solat dzuhur bersama kakanda. Ia berjanji bakal mengajari aku belajar, karena ada tugas kuliah yang aku belum paham. Maklumlah, kakanda memiliki IQ yang lebih tinggi daripada aku, hehe...

Hari pun makin sore, tapi sayang di sabtu sore itu kenapa ko cuacanya berubah menjadi mendung dan tiba-tiba terdengar suara petir. Dalam hati aku ingin sekali pergi jalan bersamanya. Tapi kenapa juga cuaca sore itu tidak mendukung :(

Berbagai alasan aku utarakan padanya, agar ia mengerti kalau aku ingin pergi jalan bersama dia. Namun sayang, ia tak kunjung memahami maksud hatiku ini. Singkat cerita, aku pun merengek ingin pergi jalan-jalan bersama dia. Si sulung dan si bungsu memang berbeda sifat. Inilah yang terjadi padaku. Ujung-ujungnya, kita malah berantem yang akhirnya malah membuat ia kesal sekali padaku dan berkata "kamu tuh egois!" :'( aku pun menelpon salah satu sahabatku sambil menangis, namun aku tak bisa menceritakan apa yang terjadi padaku saat itu. ku tutup telpon dan langsung berlari menyebrangi jalan raya.


Dengan bermodal nekat, tanpa pikir panjang lagi aku naik angkutan umum dengan tujuan pergi menemui kakanda di rumahnya. Itu kejadiannya sekitar jam 18.35, sahabatku terus-terusan menelpon karena dia khawatir malem-malem begitu aku pergi sendirian naik angkot dan di kota besar pula. Tapi emang dasar, aku keras kepala tetap saja aku melanjutkan perjalanan menuju rumah kakanda.

Tepat pukul 19.15, aku turun di jalan bogor. Jalanan itu berbeda sekali, ketika siang ramai banyak yang mengelas namun malam begitu sepi dan gelap. Tapi aku tetap berani melanjutkan perjalanan walau rumah kakanda itu masih jauh, dan ku tempuh hanya dengan berjalan kali sekitar 15 menit dari jalan bogor itu.

Sesampainya disana, aku tak berani menemui kakandaku langsung ke rumahnya, jadi aku putuskan untuk mengajaknya bertemu di tempat makan. Ya, sembari menunggu kakanda datang aku pesan saja makan dan minum. Kebetulan aku lapar (tapi ngga lapar banget) dan daripada malu cengo sendirian nunggu kakanda datang #dalih, hahahaha

10 menit berlalu, barulah kakanda datang. Dengan pakaian dinas himpunan yang masih ia kenakan dan juga wajah yang masih kecut begitu membuatku semakin bersalah atas kejadian tadi sore. Lalu pertanyaan pertama yang ia lontarkan kepadaku "Sendirian kesini?". Aku menjawabnya dengan lirih "ya, sendiri."
Dan dari situlah awal aku meminta maaf padanya atas perilaku egois aku sama dia. Dan ia pun menerima permohonan maafku. Setelah itu, akupun diantarkannya pulang. (maaf ya aku banyak banget merepotkan kakanda).

Memang, aku dan kakanda memiliki perbedaan yang cukup banyak kalau dipikir-pikir. Tapi perbedaan itu yang bisa menyatukan kita dan mempertahankan kita hingga sekarang. Maafkan aku,kanda. Mulai saat ini aku mau belajar untuk menghargai kanda juga orang lain dan tidak lagi egois terhadap keinginanku.



#ada pepatah mengatakan " Jika kamu bisa melewati 14 hari perubahan menuju kebaikan, maka kamu akan bisa melepaskan perbuatan/sikap burukmu itu"

Memang sulit untuk mengawali sesuatu itu, namun jika kau memiliki tekad yang kuat dan didukung dengan orang-orang di sekitarku yang mendukungku juga. Aku dapat atasi semua dengan mudah dan bisa menjadi pribadi yang tidak egois ;) Semua ini aku lakukan untuk diriku sendiri, kanda, keluarga juga orang-orang yang menyayangiku.

TIGA MAKNA TERSELUBUNG ANTARA EKSIS DAN INTERNET

Pada awalnya kehadiran internet di Indonesia hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu dan hanya untuk keperluan hiburan saja. Kemudian dari waktu ke waktu perkembangan komunikasi dan teknologi di tanah air semakin pesat. Dan masyarakat mulai menyadari bahwa internet ini memiliki peranan yang penting dalam kehidupan di era globalisasi ini. Dengan adanya internet ini mampu mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih modern dan sekarang tidak ada lagi istilah gaptek (gagap teknologi).
Saat ini ada sekitar 9 operator telepon selular di Indonesia. Dan baru-baru ini muncullah sebuah operator selular baru yang menamakan dirinya dengan nama Axis. Operator selular ini menawarkan tarif yang mampu bersaing dengan operator selular lainnya.
Kini kehadiran Axis dengan balutan jargonnya “Internet untuk Rakyat” mampu menjawab keinginan user internet di tanah air, yakni mereka menginginkan akses internet yang murah juga cepat. Terutama bagi mereka, para pengguna internet yang berada di daerah-daerah juga di pelosok negeri ini. Sehingga mereka dapat menikmati perkembangan teknologi informasi dengan aman dan  nyaman. Tanpa perlu khawatir pulsa mereka cepat habis atau bahkan khawatir akan jaringan koneksi internet yang buruk oleh karena sinyal yang kurang mendukung.
Para pengguna internet dapat melalukan apa saja yang mereka inginkan dengan akses internet yang murah dan cepat. Mereka dapat menggunakan internet untuk social networking, searching information, downloads, e-mail dan lain sebagainya. Sesuai dengan namanya “Axis”, maka operator selular ini mengajak pada para penggunanya untuk tidak hanya eksis di dunia nyata melainkan eksis pula di dunia maya. Eits, tapi hati-hati kalau user sudah mulai mabuk kepayang dengan yang namanya internetan, saking murah dan cepatnya internetan jadi lupa diri.
Nah menurut pandangan saya, ada 3 kata yang bermakna dibalik kata “Eksis” tersebut. Tiga kata bermakna itu adalah ekspresif, sinergi dan seimbang. Mengapa harus ekspresif, sinergi dan seimbang? Karena jika kita padukan ketiga kata tersebut, kita akan dapatkan suatu pemaparan yang kohesif bagi kehidupan masa kini yang telah memasuki era globalisasi.
Yang pertama, ekspresif. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian ekspresif yaitu tepat (mampu) memberikan (mengungkapkan) gambaran, maksud, gagasan, perasaan. User internet bebas untuk memulai menggunakan internet kapanpun, dimanapun, untuk apapun, serta bagaimanapun caranya, semua bebas dilakukan. Sekedar browsing di Google, update status di twitter, facebook atau social networking lainnya, bahkan mencari pekerjaan pun dapat dilakukan menggunakan internet. Seperti itulah user mengenal internet, sehingga gaya hidup baru di Indonesia ini tak kenal usia. Bisa jadi user internet itu bisa menjadi artis bagi kalangannya sendiri. Dan masih banyak lagi kebebasan yang bisa user curahkan dengan internet.
Yang kedua, sinergi. Sinergi dijelaskan sebagai kombinasi unsur atau bagian yang dapat menghasilkan keluaran lebih baik dan lebih besar. Dengan semakin meluasnya jaringan internet di berbagai sektor kehidupan masyarakat telah menyebabkan terbukanya peluang bagi penyalahgunaan internet yang lebih dikenal dengan istilah kejahatan dunia maya atau cybercrime. Agar pemanfaatan internet dapat digunakan secara baik dan benar sehingga dapat terhindar dari kejahatan di internet, maka perlu adanya kerja sama antara penyedia layanan internet, para pengguna internet dan juga pemerintah serta saling sinergi dalam rangka membangun karakter generasi bangsa yang baik dan bermartabat.

Yang terakhir, seimbang. Seimbang dapat diartikan tidak berat sebelah atau sebanding. Di jaman sekarang ini banyak orang yang berlebihan dalam bermain internet. Ada saja dampak negatif yang ditimbulkan, apalagi sekarang dengan perkembangan yang sangat pesat. Agar user dapat ber-internet dengan aman (mengamankan isi dompet :D ) tetapi tetap eksis, maka user harus dapat menerapkan ber-internet dengan aman (sekali lagi saya tekankan mengamankan isi dompet :D ). Apakah yang dimaksud dengan ber-internet dengan aman itu? Berinternet dengan aman adalah berinternet dengan tanpa mengorbankan apapun, dalam artian kita tidak perlu mengorbankan uang makan kita hanya karena kita ingin berinternet ria. Semua yang berlebihan (Lebay) itu berarti tidak seimbang, sobat. Jangan karena berinternet saja uang kita habis, lantas kita tidak makan. Ada baiknya kita pilih paket internet yang murah.
Nah, bagi kamu-kamu yang suka eksis di social media, tidak ada salahnya mencoba paket Axis Eksis yang baru-baru ini diluncurkan Axis khusus bagi yang suka eksis di dunia maya. Cukup dengan pulsa Rp. 9.900 kita sudah bisa menikmati internetan di dunia maya dengan kuota yang unlimited dengan batas waktu internetannya satu minggu. Mana ada paket internet yang murahnya seperti Axis Eksis. Come on, try it and enjoyed!

Meine Geschichte

Dini hari begini aku belum dapat memejamkan mata ini. Padahal raga ini telah lelah seharian beraktifitas. Namun pikiranku terus saja memikirkan hal tadi sore. Mungkin memang tak banyak yang dapat ku perbuat untuknya. Aku sadari, aku hanya bisa membuatnya menjadi orang yang merugi., membuat dirinya selalu masuk ke dalam zona "down". Kalau lah saja aku bisa menukarnya, akan ku tukar keadaannya sekarang dengan keadaanku.
Meskipun yang ia katakan begitu nancleb di hati, tapi ya sudahlah. toh lagi keadaan kayak begitu pasti "down" banget. Aku cuma sekedar ingin berbagi,sob.
Dulu, sekitar 3 tahun yang lalu. Saat aku masih duduk di bangku menengah atas. Aku juga pernah mengalaminya. Mugkin bisa dikatakan bukan pernah lagi tapi sering mengalami keadaan seperti dirinya. Aku dulu bisa disebut siswi pandai. tak ayal peringkatku di kelas selalu menjadi bintang, hingga aku lulus bangku menengah pertama. Namun seperti Allah memiliki kado untukku. Setelah aku menjadi siswi sekolah menengah atas. Kehidupanku yang dulu sebagai bintang kelas berubah 180 derajat menjadi siswi biasa-biasa saja, bahkan mungkin bagis ebagian guru di sekolah itu aku dikategorikan siswi dengan IQ rendah.
Tahun pertama, aku benar-benar terpuruk oleh keadaan yang menghimpitku. Hingga sampai aku dalam seminggu menangis dan merengek-rengek pada orangtuaku untuk mengurus kepindahanku. Yaa secara, aku berada di kelas unggulan yang notabene siswa-siswinya berasal dari siswa-siswi teladan di kotaku. Ditambah lagi dengan kegiatan belajar mengajar yang hampir sebagian besar penyampaiannya menggunakan bahasa inggris. Makin ngga betah aku dibuatnya :'( Alhasil, di akhir tahun pertama aku bersekolah disitu mendapat peringkat yang buruk karena hasil belajarku selama setahun disitu hanyalah berbuah Doremifasol saja (seperti lagunya Budi-Doremi). Dan mungkin disinilah kesabaranku diuji oleh Allah.
Pada saat itu, aku berpikir mungkin seperti inikah perasaan hati teman-temanku dulu yang mendapat peringkat
jauh dibawah peringkatku. Ya Rabb, Engkau yang memiliki segalanya. Ampuni aku yang telah kufur dari nikmat-Mu :'( Sedih? Jelas! Sakit hati? Oh tentu! Namun apakah aku akan terus seperti ini diam dalam keterpurukan? Oh, tentu TIDAK! Bangkit itu susah. Susah jika kita harus selalu berteman dengan kegelapan.
Tahun kedua mulai berjalan. Sedikit demi sedikit aku mulai merangkak naik. Mulai ada pencerahan di setiap hariku. Namun, ujian kembali menhampiriku. Di akhir tahun kedua ini, nilai Fisika aku benar-benar merah! Tak tahu harus bagaimana :'( Hingga sampai orangtuaku dipanggil untuk menghadap guru bersangkutan. Setelah urus mengurus dan aku harus melakukan serangkaian ujian tulis dari guru tersebut, akhirnya akupun bisa naik kelas dengan nilai yang pas-pasan (pas diongkos kali yaa).
Bosan dengan kegiatan belajar yang membuat hatiku malah panas dan menjadi uring-uringan saja jika belajar, maka aku alihkan perhatianku pada kesibukan di organisasi sekolah. Untungnya bisa membuatu lebih enjoy menikmati hidup sebagai pelajar dalam euforia putih-abu.
Tahun ketiga, aku menjadi pelajar adalah tahun terakhir aku menimba ilmu disitu. Barulah aku merasakan perubahan yang signifikan pada kegiatan belajarku baim di sekolah maupu di rumah. Mungkin karena kali itu merupakan tahun terakhir dan juga babak penentuan kelulusan, jadi aku bersungguh-sungguh menjalaninya.
Dan ujian pun datang kembali saat aku mendaftar di sebuah Perguruan Tinggi di Jawa Tengah namun hasilnya aku tidak diterima. Aku mulai berpikir mengapa aku seperti ini? Apa salahku? Aku tiba-tiba teringat akan sesuatu hal. Restunya orangtua adalah restu Allah. Dan aku langsung menyadari bahwa pilihanku itu memang tidak direstui oleh orangtua, karena terbentur dengan biaya yang besar (secara pilihan jurusan kuliah yang aku inginkan itu membutuhkan banyak dana). Maklum, orangtuaku hanya wiraswasta yang tak tentu pendapatannya. Bukan pegawai negeri sipil yang sudah mendapat sertifikasi ataupun gaji ke-13. Tapi aku bersyukur masih diberi orangtua yang utuh dan juga berlimpah kasih sayang, tak kurang suatu apapun.
Dan sekarang pun aku kuliah di sebuah Perguruan Tinggi di kota Kembang inilah berkat restu dari orangtua, yang walau bertolak belakang dengan keinginan hatiku ini. Disini aku sebagai mahasiswi, menjalani hari-hari dengan biasa saja. Tak ada ambisi yang membara, seperti dulu waktu aku masih memakai seragam putih-biru. Kini yang ada hanyalah rencana hidupku di masa depan mau jadi apa dan dengan cara bagaimana aku membalas semua pengorbanan dan jasa orangtua juga membahagiakan keluargaku kelak.
Semoga rencana-Mu untukku indah di saat yang telah Engkau siapkan untukku. Karena aku yakin rencana-Mu takkan salah dan takkan merugikanku. Terimakasih Ya Rabb, Engkau masih memberiku ujian dalam hidupku. Namun Engkau selalu memberiku kesempatan agar aku kembali. Karena itu pertanda bahwa Engkau selalu mengingatku sebagai hamba-Mu.

Bungkam dalam Ketidak-adilan

Hari yang begitu melelahkan bagiku. Masih ku ingat tadi pagi ia menyapaku dengan hangat lewat ponsel. Membangunkanku dari mimpi indahku. Ku coba membuka mata melihat isi pesan di layar ponsel. Saat ku buka isi pesannya membuat semangat menjalani hari ini.
Menit demi menit ku lewati, menjalankan aktifitas seperti biasa, namun dengan semangat yang berbeda dalam jiwaku. Ah rasanya hari ini begitu nyaman akan ku jalani. Hingga sore pun tiba, ups! Sayang sekali, hari ini bukan menjadi bagian yang indah dalam hidupku. Kejadiannya begitu cepat. Sebuah pesan singkat yang ku dapat darinya membuatku merasa bersalah atas apa yang terjadi. Ia memberitahuku nilai beberapa mata kuliah. Hariku ini berubah menjadi mendung. Tak ayal membuat pikiranku terus berkelana tak tentu arah. Bukan aku tak mensyukuri atas apa yang telah aku terima, namun yang ada di otakku hanyalah keadaan dia pasca pengumuman nilai mata kuliah itu.
Petang telah berlalu. Setelah masuk waktu magrib dan selesai aku tunaikan ibadah, tiba-tiba... Triiiingg! Ide muncul di kepalaku. Langsung ku sambar ponsel di meja. Aku bertanya pada temanku mengenai nomer HP dosen yang bersangkutan (sebut saja Mr. X). Tak lebih dari 1 menit, nomer Mr. X itupun sudah aku simpan di phone book ponsel. Kini aku tinggal memencet tombol call di ponsel untuk menelepon Mr. X tersebut. Awalnya ragu, namun aku beranikan diri untuk menelepon Mr. X. Telah aku pikirkan resiko apapun yang akan terjadi akan aku terima. Semua ini demi dia, aku ngga mau dia kembali down.
Akhirnya teleponku dijawab dari seberang sana.
Aku: "Halo. Selamat sore Mr.X. Ini saya bla bla bla bla bla........"
Mr. X: "Kan saya sudah kasih kunci jawaban UASnya kemarin."
Aku: "Tapi Mr.X, saya bla bla bla bla......"
Mr. X: " Iya, kan saya bilang kunci jawabanya sudah saya kasih kemarin. Kenapa kamu ngotot meminta hasil ujian kamu! Kamu kan pasti inget pas ujian kamu mengisi apa, tinggal samakan saja dengan kunci jawaban yang saya kasih!"
Aku: "Tapi Mr.X, bla bla bla bla......"
Mr.X: "Sudah! Siapa nama kamu?"
Aku: "Nama saya bla bla bla....."
Mr.X: "Kamu sudah lulus! Ya sudah kan beres?!"
Aku: "Yaudah Mr.X, makasih. Selamat sore!"
Dengan nada kesal aku tutup teleponku itu. Tak ku dapat hasil yang aku inginkan, langkahku gontai menyusuri dinginnya malam di kota Kembang ini. :(
Susahnya mencari keadilan di sekumpulan kedok-kedok pengecut yang tak mau dirinya terinjak hanya karena menginginkan goal yang menakjubkan yang padahal pada kenyataanya semua itu didasari atas keuntungan individual.

Überraschung aus Geliebte

Taukah kamu pada tokoh kartun Powerpuff Girls? Pasti sebagian besar orang ngga banyak yang tau soal tokoh kartun yang satu ini. Dulu memang sempat booming saat aku masih duduk di bangku kelas 4 SD (kalau tidak salah). Sejak dulu, aku memang menyukai tokoh kartun yang satu ini. Sosok mereka yang menjadi pahlawan bagi kota Townsville. Dari dulu kepengen banget aku punya boneka Powerpuff girls. Dari toko ke toko nyari boneka itu, tapi nihil ngga dapet satupun. Udah cape kesana kemari nyari boneka itu ngga kunjung dapet, akhirnya aku nyerah aja deh. Kalau jodoh ya nanti juga ada.

Waktu terus berlalu, ngga kerasa aku udah gede. sekarang udah jadi mahasiswi di salah satu Universitas di Kota Kembang. Dan memang jodoh ngga kemana. Akhirnya aku dipertemukan dengan si Jutek Blossom. Jeng.. Jeng.. Jeng..                                               Ahaiii akhirnya sudah sekian lama aku menunggu dan menanti, ada juga nih si Jutek Blossom :) Gmana yah ceritanya si Jutek Blossom ini ada di tangan aku? Cekidot ;)
Berawal dari keinginanku sejak dulu yang pengen banget punya bonka tokoh kartun itu. Aku cerita sama Odong aku.
aku: odong aku pengen punya boneka Powerpuff girls. tapi susah banget nyarinya. Mesti nyari kemana ya?
odong: Ah lagian kamu tuh ya suka sama kartun powerpuff girls. udah ngga jaman tau!
aku: ih ko gitu ngomongnya, :(
odong: emang kalau aku bisa dapetin itu boneka, mu dikasih apa? :P
aku: dikasih apa ya? hmm....
odong: sepatu kobe (sepatu basket-red) aja juga ngga apa apa ko ngga akan nolak aku sih hehehe :D
aku: haduuuh.. ya kalau aku ada rezeki aku beliin, hehehe :D

Sejak itu sebenernya aku ngga begitu nyari boneka itu. Kalau emang jodohnya pasti ketemu. Waktu berjalan, dan aku menjalani aktifitas seperti biasanya sebagai mahasiswi dengan segala kesibukannya di kampus. Pada suatu malam, odong kirim sms yang isinya kurang lebih seperti ini "Bisa minta tolong ngga? Tolong cuciin baju aku donk. Besok aku bawa yah bajunya." Ya aku sih boleh-boleh aja selagi aku bisa bantu dia.

Keesokan harinya pagi-pagi dia datang dengan membawa satu kantong plastik berisi cucian. Langsung aku bawa ke dalam kamer mandi dengan rencana bakal aku rendem dulu sebentar, baru dicuci setelah direndem. Pas aku buka kantong plastiknya, ko aneh ya minta tolong cuciin baju dia tai baju yang mau dicuci cuma ada 3 potong, itupun kemeja semua. Tapi ya aku langsun masukin aja semua baju itu ke dalam ember. Udah beres ngerendem, aku balik ke ruang tengah, disana ada odong lagi duduk.
Tiba-tiba dia tanya "ko wajahnya biasa aja?" aku jadi bingung, emang wajah aku kenapa? Trus dia langsung capcus ke kamer mandi. Aku kira dia mau buang air kecil, tapi kenapa ko dia narik tangan aku? Makin bingung dan penuh tanda tanya besar!

Dia masuk ke kamer mandi, lalu ngambil ember yang berisi cucian baju dia yang lagi direndem. Dia obrak abrik tuh cucian yang lagi direndem. Dan tiba-tiba, pluk! Ada sesuatu yang jatuh dari dalam kemeja hitamnya. Aku pungut dan olala! Betapa girangnya aku pada saat melihat apa yang jatuh itu! Ternyata sebuah boneka yang selama ini aku idam-idamkan :)

Aku ngga nyangka dia bakal dapet boneka itu. Thanks you my dear, u're so sweet.. :*

Maaf yaa respon aku telat, hehe... Jadi aja yang tadinya kamu mau romantic malah jadi berantakan deh rencananya..
Dank Ihnen mein lieber vor allem der kampt und opfer.. Ich werde dich immer lieben.. Ich liebe dich :*

Menjelajahi Hati

Saat ini, aku berada di suatu tempat yang terbilang cukup membuatku sedikit merasa tenang.
Entah apa yang sedang ku pikirkan dalam otakku ini,
Sibuk menerawang juh namun tak kunjung ku temui pencerahan dalam pikiran juga kalbuku.
Berpikir semakin dalam tetap saja tak ku temui apa yang aku inginkan selama ini.
Menerobos akar-akar yang sempat memenjara diri namun tetap begitu gelap ku rasa.
Lentera yang selama ini menemani hari-hariku, kian kemari kian redum.
Tak cukup energi untuk membangkitkan semangat yang kini mulai memudar.
Ada apakah gerangan dengan hatiku?
Sebuah tanda tanya besar menyeruak dari hati.
Serpihan sesal tak mampu mengembalikan aroma napas tubuhku yang dulu.
Hanya mampu menopang diri dengan sisa-sisa napas yang hampir habis dimakan usia.
Berserah diri itu bukan jawaban yang tepat bagi pertanyakanku!
Lalu mau kemana aku sekarang?
Membuat serentetan kejadian lampau terukir pahit di depan raut wajah yang kian hari kian lesu.
Jalan terjal yang ku lalui mungkin tak sama dengan yang lain,
Tapi beginilah aku, beginilah hidupku sekarang.
Tak usah memperdulikan yang lalu,
yang lalu itu hanya akan membuatku makin terpuruk di dalam keadaan.
Say good bye for the past time ..

Kearsipan

Upaya Mewujudkan Masyarakat Sadar Arsip

Masih sangat terasa kejadian pahit yang dialami oleh bangsa kita, Indonesia. Pada Desember 2002, kita semua mendengar kabar bahwa Pulau Sipadan dan Ligitan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Belum lama peristiwa memprihatinkan itu terjadi, Negeri Jiran tersebut membuat ulah lagi. Malaysia mengklaim bahwasanya kesenian Reog Ponorogo sebagai kesenian milik Pemerintah Malaysia. Sebulan sebelumnya, maraknya media massa memberitakan bahwa lagu Rasa Sayange telah dijadikan sebagai lagu promosi dalam acara Lima Puluh Tahun Malaysia.
Banyak pihak yang mencurigai negara tetangga kita itu telah mematenkan motif batik dan musik angklung yang merupakan hasil kebudayaan bangsa Indonesia. Peristiwa lain yang hampir sama dengan kasus diatas yakni mengenai kekisruhan dalam pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dikarenakan data kependudukanya tidak benar. Dan pastinya pengelolaan arsipnya juga tidak baik. Ketidakberesan arsip mulai dari tingkat desa menjadi penyebab persoalan teroris belum terpecahkan sampai sekarang. Arsip yang tidak beres memungkinkan satu orang bisa memegang dua identitas berbeda.
Menyadari akan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka kita selaku rakyatnya memiliki peranan penting terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjaga ataupun membela tanah air tercinta ini tidak cukup hanya dengan menyeruakkan protes dengan cara demonstrasi oleh rakyat dan mahasiswa, ada yang lebih penting daripada itu yakni merenungkan apa yang menjadi penyebab kasus-kasus tersebut terjadi dan melakukan penanggulangannya. Sedikitnya ada dua kemungkinan yang disinyalir menjadi penyebab terjadinya kasus-kasus seperti yang digambarkan pada wacana diatas.
Yang  pertama, kurang pedulinya masyarakat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu pertimbangan Mahmakah Internasional memutuskan sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan merupakan persoalan mengenai kepedulian bangsa. Indonesia dinilai telah lalai dalam mengelola kedua pulau tersebut. Sementara Malaysia dengan berbagai tipu muslihat yang dilakukannya berusaha mengelola kedua pulau tersebut. Dengan cara membuka tempat penangkaran penyu hingga mempromosikannya.
Yang kedua, rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya kearsipan. Berdasarkan pengalaman mengenai kekisruhan dalam pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dikarenakan data kependudukanya tidak benar. Dan pastinya pengelolaan arsipnya juga tidak baik. Ketidakberesan arsip mulai dari tingkat desa menjadi penyebab persoalan teroris belum terpecahkan sampai sekarang. Arsip yang tidak beres memungkinkan satu orang bisa memegang dua identitas berbeda. Usaha perbaikan sistem administrasi kependudukan harus dilakukan. Kartu Tanda Penduduk Nasional dijadikan alternatif solusi. Disamping efektif karena KTP berlaku seumur hidup.
Selama ini fungsi arsip yang telah dimiliki oleh negara kita belum begitu tampak dipermukaan publik dikarenakan kurang gencarnya promosi tentang pentingnya kehadiran kantor arsip sebagai bukti fisik tempat disimpannya dokumen-dokumen penting dari sebuah peristiwa bersejarah. Mengingat pentingnya kehadiran sebuah lembaga kearsipan di negeri kita ini, maka sudah sewajarnya seluruh masyarakat indonesia harus turut menjaga keselamatan fisik dari lembaga arsip tersebut, hal ini mutlak dilakukan demi terjaminnya rasa keamanan dari dokumen-dokumen yang tersimpan di dalamnya.
Kalau kita tengok ke belakang, sebenarnya dalam perjalanan sebuah kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari yang namanya arsip. Sejak lahir hingga meninggalpun manusia selalu membutuhkan arsip misalnya bayi lahir membutuhkan akta kelahiran, hingga kita sekolahpun kita mendapatkan ijazah. Dan ketika menginjak dewasa kita membutuhkan KTP, SIM, paspor dan sebagainya.
Maka perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh dan terencana untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu usaha yang bisa kita lakukan yakni membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kearsipan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena arsip merupakan aset bangsa yang sangat penting dan berharga serta takkan tergantikan yang didalamnya terdapat rekaman data seluruh aspek kehidupan. Arsip akan menjadi sebuah bukti apabila aspek-aspek tersebut dipersoalkan oleh pihak lain. Arsip juga akan menjadi pusat memori dan sebagai sumber referensi bagi generasi penerus bangsa.
Salah satu perwujudan dari upaya mewujudkan masyarakat yang sadar akan arsip maka pemerintah melakukan program Arsip Masuk Desa dan pemberian mobil layanan masyarakat sadar arsip. Program AMD merupakan sistem informasi pengelolaan arsip pedesaan, yang merupakan struktur pemerintahan paling bawah. Diharapkan program AMD ini dapat menjadi tonggak tertibnya pengelolaan arsip pemerintahan di tingkat pedesaan. Meliputi arsip pertanahan, akte kelahiran, data kependudukan, penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Untuk sampai ke sana, pemerintah sudah seyogyanya melakukan pelatihan kepada para kepala desa dan sekretaris desa secara berkala. Dengan meningkatkan Sumber Daya  Manusia dengan menggunakan metode training for trainers maka mereka dapat melatih sendiri nantinya. Apabila program tersebut dapat berjalan dengan baik dan masyarakat pedesaan sangat antusias terhadap program AMD tersebut.
Program pemberian mobil layanan masyarakat sadar arsip merupakan mobil yang memberikan pelayanan kearsipan bagi masyarakat. Masyarakat dapat memperbaiki arsipnya apabila rusak tanpa dipungut bayaran. Mobil ini juga dilengkapi dengan komputer yang berisi progam aplikasi Sistem Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (SJIKN) dimana masyarakat dapat mengetahui dan mengakses arsip-arsip yang tersimpan di lembaga kearsipan nasional baik pusat maupun daerah. Selain itu masyarakat dapat menyaksikan pemutaran arsip film yang tersimpan melalui televisi layar datar yang terdapat pada bagian belakang mobil ini.
Melalui kedua program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban masyarakat sebagai warga negara dan masyarakat, juga mendekatkan jarak antara lembaga kearsipan provinsi dan masyarakat. Dengan semakin baiknya sistem pengarsipan di pedesaan pada tahun 2014 maka pelayanan publik semakin ditingkatkan. Mulai dari desa bergerak ke lingkup yang lebih luas. Karena pedesaan adalah pelopor terdepan dalam pemerintahan.
Selain itu dapat dilakukan usaha yang lainnya, seperti mengadakan seminar setiap 6 bulan sekali mengenai kearsipan. Generasi penerus bangsa yang memiliki kewajiban untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka tidak terlalu berlebihan apabila di lingkungan sekolah juga diadakan pembelajaran mengenai pentingnya sadar arsip. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari tidak tersurat pembelajaran tentang kearsipan, namun pemahamannya harus tertanam dalam benak setiap Warga Negara Indonesia. Agar masyarakat maupun para generasi muda dapat memiliki pandangan yang luas mengenai pentingnya kearsipan.

Pertanyaan yang tak terjawab!


Haii, kawan-kawan semua . . . ,
Ada yang masih inget ngga sama pertanyaan ini "Bagaimana Pendidikan Kejuruan dapat Mengentaskan Kemiskinan?" Yups, bener banget itu pertanyaan salah satu dosen Qta ^_^
Setiap saat pertanyaan itu selalu dibahas, namun [mungkin] sampai detik ini belum ada jawaban yang memenuhi untuk menjawab pertanyaan diatas tadi. Hehehe . . . . Sampai-sampai aku dibuat bingung sama itu pertanyaan! Tapi kayaknya sih bukan aku aja deh yang bingung mikirin jawaban dari pertanyaan itu, Hahahaha  . . . . Menurut aku sih ini kayak gini:
Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masa kini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan- kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.
Garis kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kemampuan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Kemiskinan biasanya dianggap sebagai tujuan sosial
Dalam pendidikan, kemiskinan mempengaruhi kemampuan murid untuk belajar secara efektif dalam sebuah lingkungan belajar. Terutama murid yang lebih kecil yang berasal dari keluarga miskin, kebutuhan dasar mereka seperti yang dijelaskan oleh Abraham Maslow dalam hirarki kebutuhan Maslow; kebutuhan akan keamanan dan rumah yang stabil, pakaian, dan jadwal makan yang teratur membayangi kemampuan murid-murid ini untuk belajar.
Untuk mengatasi masalah kemiskinan banyak cara dan banyak orang yang terlibat didalamnya. Banyak orang yaitu semua orang, baik individu maupun kelompok masyarakat  yang dianggap mampu dalam hal materi ataupun pengetahuan untuk membantu orang-orang yang dianggap tidak mampu. Banyak cara yaitu berbagai cara dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan, misalnya dengan memberikan subsidi, program bapak angkat, pemberian pelatihan, dan sebagainya.
Hal yang mungkin akan lebih efektif adalah memberikan pelatihan atau keterampilan kepada orang-orang yang dianggap miskin. Dengan begitu, muncul adanya pendidikan kejuruan di kalangan orang-orang intelektual sehingga ke depannya dapat membantu masyarakat yang tergolong miskin atau dikatakan dibawah garis kemiskinan. Adanya pendidikan kejuruan ini orang dituntut dapat menggali potensi yang ada dalam dirinya untuk dapat bertahan hidup. Misalnya, seseorang memiliki minat terhadap bongkar pasang alat-alat elektronik maka orang tersebut dapat menyalurkan minatnya itu dalam bentuk pekerjaan dan berkarya sehingga dapat membantu orang di sekitarnya yang tentunya dibantu oleh orang-orang yang berkompeten dibidangnya itu melalui pendidikan kejuruan tersebut sehingga lebih terarah. Dengan demikian, pendidikan kejuruan mempunyai peranan penting dalam membantu mengurangi pengangguran yang ada dan dapat mengentaskan kemiskinan.