Pages

Sehnsucht Freunde

     Pernahkah kamu merasa kesal pada diri sendiri? Ya, aku pernah mengalaminya dan sekarang begitulah keadaanku. Apa yang ku inginkan tak seperti apa yang terjadi. Apa yang aku harapkan terjadi tak kesampaian terjadi. Ya beginilah rasanya. Kesal, marah, cemberut, bad mood dan segala macam perasaan negatif lainnya. Aku tau ini tak baik, namun aku tak bisa memungkiri atas perasaan kesalku ini.

     Pernah juga berpikir bahwa apa karena aku tak memiliki teman wanita yang bisa diajak seru-seruan aku jadi begitu. Pernah juga berpikir apakah aku hanya berkutat dengan pekerjaan dan juga kuliah hingga tak seorangpun teman wanita yang ku punya saat ini. Seperti angin yang kadang berhembus segar bagi tubuh, kadang pula berhembus panas bagi tubuh. Seperti itulah rasanya.

     Seminggu lalu, aku melihat sekumpulan orang yang sedang mempersiapkan kejutan pada salah satu temannya yang berulang tahun. Mereka menyanyikan lalu selamat ulang tahun bersama-sama, dan wajah teman yang berulang tahun itu terlihat begitu senangnya. Disitu aku termenung, kapan ya terakhir kali aku diberi kejutan seperti itu oleh teman-teman? Sudah 2 tahun ini hanyalah kakanda yang setia memberikan kejutan-kejutan spesial buatku. Tapi rasanya ada yang kurang, tak ada teman-teman yang ikut meramaikannya.

     Hampa, mungkin iya. Kesepian , bisa jadi. Kehilangan moment-moment bersama teman-teman, tentunya. Tapi apa guna aku mengeluh ini itu, karena yang ada hanyalah tinggal kenangan, takkan terjadi lagi kisah yang dulu ku alami bersama teman-teman. Sekarang aku dapat berbagi cerita, mengeluh, minta pendapat, belajar bareng, jalan-jalan dan menemani kesepianku itu hanya pada kakanda. Maafkan aku, selalu menyusahkan saja kanda.

Aku rindu masa-masa saat aku bersuka cita bersama teman-teman :'(




Lebih dari sekedar "drei und zwanzig monat"

*Kalau menurut Lyla:

Kau lebih dari sekedar bintang-bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Bagiku kau pangeran, penguasa isi hatiku

Kau lebih dari sekedar bintang-bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Ku pastikan, aku selalu ada untukmu

Begitu banyak bintang berpijar menemaniku
Namun tak satupun terangi hatiku, seperti hatimu

*Kalau menurut Anderta:

Jujur saja..
Aku makin cinta..
Aku makin sayang..
Dan makin tergila padamu..

*Kalau menurut Vierra:

Ku kan setia menjagamu..
Bersama dirimu..
Sampai nanti akan selalu..
bersama dirimu..

*Kalau menurut Tompi:

Memiliki mencintai dirimu, kasihku..
Tak akan pernah membuat diriku menyesal
Sungguh matiku hidupku kan selalu membutuhkan kamu

*Kalau menurut Sandhy Sandoro:

Kita kan selalu bersama-sama menjalani hari-hari
Ku kan selalu setia menunggumu

*Kalau menurut Peterpan:

Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

*Kalau menurut Nidji:

Kau takkan bisa membuatku menjauh
Dan kau hancurkan aku jika kau pergi dariku membuang hidupku

Ku takkan bisa..
Menjauh darimu sepanjang hidupmu

*Kalau menurut Nineball:

Bagiku semua sangat berarti
Ku ingin kau disini

Takkan pernah ada yang lain di sisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan takkan mungkin ada yang lain di sisi
Ku ingin kau disini, tepiskan sepiku bersamamu
Hingga akhir waktu..

*Kalau menurut Vanessha:

Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu untuk selamanya
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak perduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

Cintaku..
Tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu..

Cintaku..
Terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku..

*Dan menurutku, . .
Kakanda ist ergäzen meine leben  (♥͡з♥͡)


Lebih mengenal dengan Evan Syndrome

       Evans syndrome adalah penyakit autoimun dimana antibodi seseorang menyerang sel-sel mereka sendiri yakni menyerang sel darah merah dan trombosit. Kedua peristiwa dapat terjadi bersamaan atau bisa juga satu per satu timbul pada diri sang penderita. Sindrom ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1951 oleh RS Evans dan kawan-kawan.
       Secara keseluruhan patologinya, menyerupai kombinasi dari anemia hemolitik autoimun dan idiopatik thrombocytopenic purpura. Apa itu anemia hemolitik autoimun? Dan apa pula itu Idiopathic thrombocytopenic purpura? Mari kita simak ;)
       Anemia hemolitik autoimun adalah suatu kondisi di mana sel-sel darah merah yang biasanya membawa oksigen dan karbon dioksida dihancurkan oleh proses autoimun.. Idiopathic thrombocytopenic purpura adalah suatu kondisi di mana trombosit dihancurkan oleh proses autoimun. Sedang trombosit itu sendiri adalah komponen darah yang berkontribusi terhadap pembentukan bekuan darah dalam tubuh untuk mencegah perdarahan.
       Gejala dan tanda-tanda yang dapat muncul pada seseorang yang mengalami Evan Sindrom yaitu denyut jantung tak beraturan, wajah juga kulit pucat, sesak napas, kelelahan (jadi mudah lelah, karena sel darah merah yang seharusnya membawa oksigen untuk tubuh malah diserang), gusi berdarah berlebihan, pendarahan berlebihan (karena trombosit turun, yang seharusnya berperan dalam pembekuan darah ketika terjadi luka pada tubuh), memar/lebam-lebam, terkadang jadi sering pingsan karena sistem imun nya terserang.
       Meskipun Evans sindrom tampaknya mengganggu sistem regulasi kekebalan, patofisiologi yang tepat dalam kasus ini tidak diketahui. Keadaan penurunan jumlah sel darah pada Evans Syndrome dikaitkan dengan kelainan pada sel T karena didapatkan penurunan sel T helper dan peningkatan sel T supresor. Evan sindrom bukan penyakit menurun, tidak akan menular, dan dapat ditemukan baik pada wanita ataupun pria.
        Pemberian steroid mampu menekan sistem imun karena memang penyakit ini didasari oleh autoimun. Sehingga dengan pemberian steroid yang bekerja sebagai imunosupresan diharapkan terjadi penekanan pada pembentukan autoantibodi.
       Sindrom Evan ini sangat langka, serius, dan sangat membahayakan bagi penderita. Penderita dapat bertahan hanya dalam jangka 1 bulan dari vonis penyakit ini (angka kematian mencapai 7 %), terkecuali adanya mukzijat dari Yang Maha Kuasa.

Source by:
www.medicalera.com
www.medisato.com
www.wikipedia.com

Anecdote


Dari judulnya saja perut saya merasa menggelitik :D dan setelah saya baca, ternyata gokil yah pertanyaan sejumlah CPM pada petugas penjaga pintu kereta api. Hanya terhenti 3 menit saja sudah ramai, apalagi disuruh macet-macetan pasti nolak tuh.

Presiden juga manusia, presiden juga seharusnya merasakan bagaimana rasanyajadi rakyat itu. Berdesak-desakan saat mengantri tiket, bermacet-macetan di jalan raya, makan di warteg pinggir jalan, jalan kaki di saat trotoar dipakai oleh pedagang kaki lima, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kenapa harus ada istilah didahulukan.

Terkadang suka menggelikan juga, saat presiden akan menghadiri acara tertentu selalu saja pengawalan ketat dan harus di dahulukan. Kalau orang sakit atau orang meninggal sih wajar. Coba aja rombongan presiden itu berangkat lebih awal, jadi kan tidak ada kata terlambat dan tidak ada pula orang lain menunggu kedatangan dia. Enaknya sih, kalau ada kegiatan yang dihadiri oleh presiden itu kita misalkan sebagai peserta tidak perlu menunggu, supaya tidak ada kata ngaret gitu.


#sunting dari koran Pikiran Rakyat tanggal 17 September 2012

I think . . .

Beberapa jam yang lalu aku membaca postingan di salah satu blog milik orang lain yang judulnya "Kebiasaan Norak yang Dilakukan pada Saat Pacaran"
hmmm... saat membacanya aku tersenyum, bisa-bisanya si penulis mengupas tentang kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan saat pacaran. Kita simak yuu apa saja yang tergolong kebiasaan norak itu. Cekidot ;)
1. Memakai baju Couple

    Menurutku ini hal yang wajar, bukan norak. Dengan memakai baju couple begitu kan jadi terlihat serasi dan kompak. Betul tidak?

2. Memanggil dengan sebutan ayah bunda

    Untungnya aku tidak seperti itu. Menurut kanda, sebutan itu lebih cocok dan tepat dipakai saat hubungannya sudah resmi di depan hukum agama dan hukum negara :)

3. Berantem turun dari kendaraan

     Kalau ini sih, pernah aku lakukan, karena sebel sama kanda pas berantem dan walau lagi berantem juga perhatian itu tetap nomor wahid ;)

4. Pacaran di Social Media

    Kalau untuk yang ini, aku juga suka melakukannya. Namanya juga pacaran, kan ngga cuma SMS atau telpon aja. Apalagi di ajamn sekarang yang canggih, banyak jejaring sosial yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan pacar, keluarga, sahabat, dan siapa saja.


source by: kamar bujang

Finally . . . Bendera putih berkibar ^_^

Weekend, inilah hari yang aku tunggu-tunggu untuk me-refresh-kan jiwa dan pikiran dari kegiatan-kegiatan kampus yang menyita waktuku. Walau begitu juga ini merupakan jalan pilihan aku sendiri, melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Yups, Perguruan Tinggi itu berarti aku bukan lagi SISWA melainkan telah menjadi MAHASISWA.

Di sabtu pagi, aku sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Walau hari sabtu gini, tetap saja ada kegiatan yang menuntut aku pergi ke kampus. Alasan pertama, lumayan juga belajar dengan teman-teman sejurusan tanpa harus keluar uang (dasar otak anak rantauan, pikirannya itu gratis melulu, hehe..). Alasan yang selanjutnya itu, internetan gratis (gratis lagi gratis lagi, hehe..).

Ceritanya aku belajar teknik digital, belajar apa itu IC trus gimana cara mensimulasikannya. Di sela-sela belajar, aku sempatkan untuk membuka browser di notebook untuk sekedar membuka facebook juga mendownload lagu atau film. Namun sayang, kegiatan belajarnya cuma sampe jam 12.00 dikarenakan peserta yang mengikuti kegiatannya hanya sedikit. Sebenarnya sih pesertanya bisa banyakan, kalau kegiatan belajar teknik digitalnya tidak bentrok dengan kegiatan Stadium General yang diselenggarakan pihak Himpunan dengan divisi yang berbeda. Tapi ya sudahlah tidak apa-apa. Walau cuma sebentar tapi ilmunya tetap aku dapat ;)

Setelah kegiatan itu berakhir, aku menuju mesjid kampus untuk solat dzuhur bersama kakanda. Ia berjanji bakal mengajari aku belajar, karena ada tugas kuliah yang aku belum paham. Maklumlah, kakanda memiliki IQ yang lebih tinggi daripada aku, hehe...

Hari pun makin sore, tapi sayang di sabtu sore itu kenapa ko cuacanya berubah menjadi mendung dan tiba-tiba terdengar suara petir. Dalam hati aku ingin sekali pergi jalan bersamanya. Tapi kenapa juga cuaca sore itu tidak mendukung :(

Berbagai alasan aku utarakan padanya, agar ia mengerti kalau aku ingin pergi jalan bersama dia. Namun sayang, ia tak kunjung memahami maksud hatiku ini. Singkat cerita, aku pun merengek ingin pergi jalan-jalan bersama dia. Si sulung dan si bungsu memang berbeda sifat. Inilah yang terjadi padaku. Ujung-ujungnya, kita malah berantem yang akhirnya malah membuat ia kesal sekali padaku dan berkata "kamu tuh egois!" :'( aku pun menelpon salah satu sahabatku sambil menangis, namun aku tak bisa menceritakan apa yang terjadi padaku saat itu. ku tutup telpon dan langsung berlari menyebrangi jalan raya.


Dengan bermodal nekat, tanpa pikir panjang lagi aku naik angkutan umum dengan tujuan pergi menemui kakanda di rumahnya. Itu kejadiannya sekitar jam 18.35, sahabatku terus-terusan menelpon karena dia khawatir malem-malem begitu aku pergi sendirian naik angkot dan di kota besar pula. Tapi emang dasar, aku keras kepala tetap saja aku melanjutkan perjalanan menuju rumah kakanda.

Tepat pukul 19.15, aku turun di jalan bogor. Jalanan itu berbeda sekali, ketika siang ramai banyak yang mengelas namun malam begitu sepi dan gelap. Tapi aku tetap berani melanjutkan perjalanan walau rumah kakanda itu masih jauh, dan ku tempuh hanya dengan berjalan kali sekitar 15 menit dari jalan bogor itu.

Sesampainya disana, aku tak berani menemui kakandaku langsung ke rumahnya, jadi aku putuskan untuk mengajaknya bertemu di tempat makan. Ya, sembari menunggu kakanda datang aku pesan saja makan dan minum. Kebetulan aku lapar (tapi ngga lapar banget) dan daripada malu cengo sendirian nunggu kakanda datang #dalih, hahahaha

10 menit berlalu, barulah kakanda datang. Dengan pakaian dinas himpunan yang masih ia kenakan dan juga wajah yang masih kecut begitu membuatku semakin bersalah atas kejadian tadi sore. Lalu pertanyaan pertama yang ia lontarkan kepadaku "Sendirian kesini?". Aku menjawabnya dengan lirih "ya, sendiri."
Dan dari situlah awal aku meminta maaf padanya atas perilaku egois aku sama dia. Dan ia pun menerima permohonan maafku. Setelah itu, akupun diantarkannya pulang. (maaf ya aku banyak banget merepotkan kakanda).

Memang, aku dan kakanda memiliki perbedaan yang cukup banyak kalau dipikir-pikir. Tapi perbedaan itu yang bisa menyatukan kita dan mempertahankan kita hingga sekarang. Maafkan aku,kanda. Mulai saat ini aku mau belajar untuk menghargai kanda juga orang lain dan tidak lagi egois terhadap keinginanku.



#ada pepatah mengatakan " Jika kamu bisa melewati 14 hari perubahan menuju kebaikan, maka kamu akan bisa melepaskan perbuatan/sikap burukmu itu"

Memang sulit untuk mengawali sesuatu itu, namun jika kau memiliki tekad yang kuat dan didukung dengan orang-orang di sekitarku yang mendukungku juga. Aku dapat atasi semua dengan mudah dan bisa menjadi pribadi yang tidak egois ;) Semua ini aku lakukan untuk diriku sendiri, kanda, keluarga juga orang-orang yang menyayangiku.

Egois


Orang yang selalu mementingkan diri sendiri itu bisa dikatakan orang yang egois. Egois berasal dari kata ego, ego itu adalah aku dalam bahasa Yunani, jadi orang yang disebut egois orang yang memang mementingkan dirinya.

Penyebab timbulnya sikap egois, yaitu:
1. Sikap egois merupakan kelanjutan dari apa yang telah diterimanya selama ini.
2. Kurang perhatian.
3. Sikap egois timbul dari kelaparan, kelaparan emosional, kelaparan finansial, kelaparan jasmani.



Dampak dari sikap egois itu bisa menimbulkan lingkungan akan sulit menerima orang yang egois karena tidak ada usaha untuk menyesuaikan diri. Daripada terjadi konflik, maka terpaksa hidup dalam kesendirian.

Orang yang egois akan merasa diri selalu benar dan hebat, suka membantah bila dinasehati, tidak suka mendengarkan sesuatu yang baik yang disampaikan, hidup yang amat sangat terlalu bebas tanpa aturan dan larangan, memuaskan diri sendiri, suka merugikan orang lain, tidak perduli dengan orang-orang dan lingkungan disekelilingnya.

Namun ada juga dampak positifnya seperti ia ingin melindungi orang yang ia sayangi sekali dalam hidupnya, suka mengatur untuk kebaikan, tidak suka melihat hal-hal yang tidak baik, selalu berusaha walaupun sering mengalami kegagalan, bertekad untuk berhasil walaupun halang rintangan berbahaya sekalipun yang menghadang, membantah untuk sesuatu yang tidak baik dan berdampak buruk, dan semua hal positif yang lainnya.

Tidak ada hal yang sempurna di dunia ini melainkan hanya Allah Swt yang memiliki seisi alam ini. Semua kehidupan ada 2 sisi, yakni sisi positif dan negatif. Semua itu nyata adanya agar semua di dunia  dapa

Hobi atau Bakat??

 
        Pasti semua orang di dunia ini tahu akan hal menulis. Setiap orang di masa hidupnya pasti pernah menulis. Apapun tulisan yang ia hasilkan itu merupakan hasil buah pikir sang penulis. Menulis itu tidak mengenal batasan usia, tidak mengenal waktu, juga bahan atau topik yang dituliskannya. Semua orang pasti bisa menulis. Semua orang punya kemampuan untuk menulis. Namun bagaimana caranya untuk mengembangkan kemampuan menulis kita.
   Ketika kita telah menjadi sesosok insan, apa yang dikenal dunia dari diri kita? Jejak apa yang telah kita tinggalkan sehingga dunia akan tetap mengenang kita. Hingga meski kita telah lama hilang dari dunia ini, namun sejatinya diri kita masih eksis dalam kehidupan. Karena mimpi, pemikiran, harapan dan cita-cita kita tetap terukir indah.
  Tulisan membuat kita akan dikenang oleh zaman. Mendokumentasikan semua hal yang pernah kita rasa ataupun kita pikirkan. Menulis adalah cara untuk mewariskan mimpi dan cita-cita kepada generasi pelanjut. Jika anda tak ingin hidup anda seperti buih, cobalah untuk menulis mulai sekarang. Apapun itu, meski hanya goresan perasaan yang dalam pandangan anda tak berarti. Tapi percayalah, bisa jadi lewat goresan itu dunia mengenal, mengenang dan mengekalkan kehidupan anda. Menulis adalah sebuah bentuk pembelajaran. Ketika anda menulis sesungguhnya anda tengah belajar.
    Mengurai ide-ide yang ada di kepala kita, mengkomunikasikan apa yang kita rasakan dan memikirkan bagaimana agar tulisan itu bisa dinikmati dengan mudah oleh pembaca. Menulis akan membuat anda tetap pintar dan berpikir. Tentu hal tersebut akan membuat diri anda eksis, sebagaimana sebuah perkataan "aku berpikir, maka aku ada".
    Memang sih tulisan aku mungkin belum berkualitas seperti layaknya tulisan Asma Nadia atau penulis hebat lainnya. Tapi tetap harus terus berlatih. Kita harus percaya, ada pepatah mengatakan "bisa karena biasa". Yang paling penting menurut aku, ketika kita menulis, yakinlah bahwa kita tulisan kita akan terpatri setiap jengkal dari diri kita dalam kehidupan. Jadi, tunggu apa lagi, ayooo menulis! ^_^